Tuesday, December 10, 2013

bad day

Actually i don't want to call it a bad day. It's just not a good one. Which is really really bad.

High work loads. But i don't have enough speed and capability in catching up with my team members. I work slowly. And it makes everything get slower. Due to my lack of knowledge about what i'm doing herr. Abouy the tasks. About the data. About the analysis.

I have worked in this division for a month. Probably i have to get used to to their fast pace. But sadly i am not :(

Sometimes i feel like i'm so dumb that dont know anything, that have to learn and read so many things before i know a thing. So tired sometimes. And i really feel guilty about that.

In that moment when i want to cry so bad, when i need a shoulder to cry on, i realize that i have nobody :(
It even makes my day seem worse and worse :(

I really need a companion :(
So i know that i'm not alone. So i know that i have someone i can run to when i'm in these lowest point. So i know that i can be stronger because of his support.

10.52 pm, i'm even still at the office.
Stressed of these tasks, stressed of these loneliness. OMG i must be look like a loser....

Published with Blogger-droid v2.0.10

Friday, November 29, 2013

elegi Sabtu pagi

Another Saturday. Well, what will we expect from Saturday? Partner? Companion? Having fun?

Sudah teramat banyak Sabtu yg aku lalui. Mau di dalam negeri, luar negeri, dalam kota, luar kota. Dalam kondisi senang, sedih, sepi, bosen, marah, kecewa, kangen. Baik dengan bersantai atau tenggelam dalam pekerjaan (semacam weekend reporting gitu lah), semuanya udah pernah. Komplit. Tapi Sabtu tetap masih datang dengan membawa sebuah momok yang -bukan menakutkan, tapi- membingungkan.

Bingung karena gatau harus ngapain. Well, sebenernya kerjaan aku banyak sih di hari sabtu. Pekerjaan rumah mostly. You know lah ya, "anak kost" thingy. Tapi setelah itu jadi bingung mau ngapain. Di saat kostan sepi karna yang lain juga pada pergi or pulang ke rumahnya masing-masing. Home alone banget.

Kadang suka pengen pergi, tapi bingung mau ke mana dan sama siapa. Ada temen di sini tapi dia gak terlalu suka hang out. Ada temen yg enak diajak jalan tapi jauh banget dari sini. Belum lagi bingung mau ke mana. Not all people love to explore new places, sayangnya. Kalo ke tempat yang itu-itu aja kan bosen ya.

Dilema. Antara kepengen jalan atau mending buat istirahat aja. Apalagi after a tough week. Capek jiwa raga. Pengennya tidur seharian. Makan tidur makan tidur makan tidur. Tapi di sisi lain mikir kalo 'you have worked so hard this whole week, so you deserve to take a break and having fun. Work hard play hard". Jadi ada di persimpangan jalan kan. Gak lebay kok, ini reality. Soalnya aku pernah kemaren2 sebenernya masih capek plus ngantuk banget tapi maksain buat jalan. Alhasil ya jalan sambil ngantuk-ngantuk. Berasa zombie lagi hang out.
That's kinda tough choice, anyway.

Kadang padahal cuma butuh keluar aja dari 'sarang'. Gak perlu yang jauh-jauh, yang penting keluar. Tapi berhubung temen yg available adanya nun jauh di sama, apa boleh buat akhirnya harus ngesot sampe ke jakarta. Sekali lagi, dengan muka ngantuk. Coba ada yg available di sekitar sini, ya. It'd be great.

Dilema juga diperparah dengan banyaknya orang yang ngajak ketemuan, padahal waktunya cuma sedikit. Weekend kan cuma 2 hari. Jadi tiap menuju weekend pasti ada yang ngajak ketemuan. Temen lama lah, temen kampus lah, temen deket lah, sahabat lah, dll. Jadi bingung mau pergi sama siapa. Apalagi mereka juga jauh-jauh. Jadi daripada bingung akhirnya malah gak ketemu siapa-siapa hahahahahaha. Untungnya masih selalu kontak via socmed, jadi gak terlalu kangen karena tiap saat juga tau kondisi mereka gimana. Emang sih physical interaction juga penting banget, makanya sampe sekarang masih berusaha mencari jalan tengah (dengan menyusun schedule LOL). sok iye banget ye, hihi

A friend of mine one day told me this:
'Makanya lo punya cowok dong, jadi gak kesepian mulu.'

Ish. Ya siapa sih yang gak pengen punya partner? Cuma kan... it's not that easy. Lagian dengan temen yg banyak ini, sebenernya aku gak perlu ngerasa kesepian kan? Cuma masalahnya, gak semua temen itu available saat aku lagi butuh temen. Yg namanya temen, or even sahabat kan juga punya kehidupan mereka masing-masing, jadi gak bisa total untuk ada buat kita kan. That's why i need a partner, indeed.
Yang entah kenapa tak kunjung ada yg jelas............

Kata temenku: "masa cewek kayak lo belom dapet pacar juga sih ay?" (Ekspresi muka: kaget dan bengong)

My first question: emang gue cewek yg kayak gimana? Kesannya kok sampe dipertanyakan segitunya huhuhu

Just for your info aja ya, (cuma pengen sharing)
Yang lagi deket... ada. (Tapi sampe sekarang jg masih gak jelas antara dia emang lg pdkt ato akunya aja yg ke gr an hahahaha. Jujur nih ya, jujur)
Yang udah lama deketin... ada. (Tapi aku gak nyaman jadi gak maju-maju dan sepertinya mundur teratur)
Yang hampir ngajak nikah.... ada. (Tapi sekali lagi, my heart said they're not the one i'm looking for. Berat ini berat)

Mungkin anda berpikiran kalau saya terlalu pemilih atau demanding. No. Not at all. Kalau anda berpikiran seperti itu berarti you havent known me well.
Buat aku yang penting itu nyambung. Chemistry has to be there when we meet, when we talk to each other, look at each other. Kadang hal-hal kecil bisa jadi tolok ukur apakah kita punya chemistry atau gak. Dan itu bisa kok dirasain.
Buat sebagian orang mungkin menganggap kalau chemistry is just a cliche thing. Yang gak nyata. But for me, it means much. The basis of all relationship. Even buat temenan or sahabatan juga pasti butuh chemistry kan. Apalagi buat jadi partner.
But again, yang namanya jodoh dan takdir gak ada yg tau. Bisa jadi semua teori di atas langsung terbantahkan. Tapi karena sejauh ini hal itu masih selalu aku alami, so i still believe that chemistry is the most important thing.
Kalo beda frekuensi dan gak ada chemistry? Cuma jadi sekedar kenal aja mungkin. (Mengutip statement dari salah satu temen aku yang beda frekuensi sama aku haha. Dan emang, sampai kapanpun gak akan pernah bisa deket, no matter how hard i try. It's all about chemistry sih emang)

Aaaand talk about those who i dont have a chemistry with.. yang akhirnya emang gak bisa dipaksain juga. I just can say sorry for them. Tp aku selalu bilang terus terang (or at least strike a very explicit code) ke mereka kalo aku gak bisa (for whatever they want me to). Semoga dimaafkan.

Sedikit bocoran buat para lelaki di luaran sana.
Wanita itu gak minta macem-macem. Mereka cuma butuh buat ditelatenin aja. Dan dikasih setidaknya kepastian. Udah. That's all.
And once you win her heart, she will love you with all her heart & soul and care to you way more than she cares to herself. Trust me. True story.

So you gotta show, show, show me,
Love is a verb....
(Love is a verb by John Mayer)

Published with Blogger-droid v2.0.10

Saturday, October 19, 2013

move move move

Finally i got what i wanted so bad recently: a position in Financial Analysis Division! Yay! Alhamdulillah, Allah Maha Baik..

Kenapa kesannya seneng sampe banget kayak gitu? Agak panjang jalan ceritanya.

Selama training kemaren kan kita belajar banyak hal tentang finance. Berhubung aku bukan lulusan finance dan harus mulai belajar dari nol banget, jadilah aku harus meraba-raba dan memilah-milah section apa aja yang aku suka dan aku bisa. Buat lebih didalami nantinya. Dulu sempet interest ke Tax Management. Trus juga ke Budget and Corporate Planning. Tapi... ada satu hal yang menarik perhatian banget. Rasanya aku seneng banget belajar dan ngerjain tugas terkait sama bidang ini: Financial Analysis.

Mungkin karena basicly aku yang orang manajemen, human resources pula, jadi seringnya ya berkutat sama analisis kuantitatif dan kualitatif. Makanya pas ketemu analisis gitu rasanya seneng. Nyaman. Bisa kuat lama belajar dan ngerjain tugas.
Kata orang kan kalo kita rela ngerjain sesuatu sampai lupa makan, lupa istirahat, rela menunda apapun karena hal itu menyenangkan buat kita, itu artinya hal itu adalah passion kita. Hmmm

Makanya waktu dikasih kesempatan buat memilih 3 tempat yang diinginkan pasca training, aku milih financial analysis, budget, sama MIS. Hahahaha.

Eh tapi ternyata waktu pembagian tempat OJT spesialisasi, which is udah 90% menjadi tempat penempatan kita nantinya, aku ditempatin ke Regulatory Reporting.
Aku langsung shock. Sampai keliatan banget gitu shock nya katanya. Ya iyalah shock, karena gak pernah terpikirkan sebelumnya bakal ditempatin di situ. Kepikiran aja ga pernah, apalagi ngarep kan. Ditambah lagi aku juga udah tau gimana reputasi tempat itu, yang agak gak enak dan yaa gitu lah. Tapi aku bisa apa kan? Selain sabar menerima.

Akhirnya OJT dimulai. Udah belajar buat ikhlas dan menerima. Belajar apapun di sana. Sering ikut lembur juga (ini yg sebenernya juga jadi pertimbangan. Lemburnya gak nyantai haha). Walaupun pekerjaannya terlalu teknis dan monoton, tp yaudahlah jalani dulu aja. Akhirnya ada juga sih beberapa bagian yg butuh analisa.

Mencoba buat mencintai pekerjaan, sampai akhirnya memang ditempatkan di sini. Kerjaan di sini related to laporan laporan yang diminta oleh BI. Jadi udah ada schedule tetapnya gitu, tiap tanggal apa ada deadline laporan apa. Dan karena BI sifatnya online, walaupun hari libur kalo emang deadline laporan ya harus tetep masuk dan ngirim. Hemmm.

Setelah beberapa bulan kok rasanya kayak bosen. Rada gabut juga. Apalagi jobdesc ku lebih ke laporan bulanan, triwulanan, semesteran, yg emang gede dan ribet tp jarak waktunya lama. Jadi kalo lg gak ada deadline itu aku ngapain dong? Ya mostly gabut. Doing anything i can do aja. Baca baca baca

Awalnya masih think positively. Pasti dengan baca apapun kita bisa sekalian belajar. Tapi lama lama bosen juga kan. Takut otak udah kelamaan gak mikir jadi bebal nantinya (haha ngaco). Akhirnya aku mulai deh tuh gangguin orang orang buat ngajarin syariah reporting haha. Lumayan kan bisa buat ngisi waktu. Nambah ilmu juga.
Jadi ya gitu, kerjaannya belajar, atau paling jadi back up kalo ada yg lagi gak masuk. Kerja berasa OJT. True story.

One day, head of finance manggil aku. Beliau tanya tanya tentang kerjaan aku selama ini ngapain aja. Ya aku cerita aja dong ya kalo sebenernya aku lebih kepengen dapet pekerjaan yg terkait langsung sama analisis. Trus aku juga curhat tentang betapa bosennya aku kalo lagi gabut. Walaupun juga udah berusaha keras buat bisa mengisi waktu dengan belajar dan berlatih.

Akhirnya muncullah wacana dan kabar kalo aku mau ditarik ke financial analysis. Seneng banget kan yaaa. Ya beliau tau sih kalo aku dari dulu emang pengennya di analysis, jadi pas dibilang gt aku seneeeeng banget. Udah gak sabar pengen buru buru pindah. Apalagi emang di sana lagi butuh orang cepet kan.

Eh tapi ternyata, gak jadi :( entah kenapa. Aku dipanggil head of itu, trus dia bilang kalo aku mending belajar dulu aja di sana. Pasti ada banyak hal yg bisa dipelajari kan. Katanya nanti kalo udah ahli, baru deh dateng ke dia lagi dan bakal dicariin tempat yg lebih challenging. Well, normatif sekali sih alasannya. Tapi waktu itu aku berusaha kuat buat bisa berbesar hati menerima kenyataan.

PHP kan. Ternyata orang orang juga pada denger kabar yg aku mau dipindahin tp gak jadi itu. Mereka cerita lah kalo kejadian gagal pindah itu bukan cuma baru sekali, tp berkali-kali. Disinyalir ada politik tertentu yg aku juga ga tau apaan. Cuma bisa berdoa aja minta sama Allah. Toh what is mine will eventually be mine kan. Kalo emang aku ditakdirkan buat bisa berkarir di financial analysis ya pasti cepat atau lambat akan bisa ke sana. Faith.

Akhirnya aku kembali lagi menekuni ke-gabutan-ku haha. Sedih. Miris. Di sini aku gabut to the max, sedangkan di tempat lain justru malah kekurangan orang, kekurangan tenaga buat ngerjain kerjaan. Kalo aku gampang punya akses buat ke sana sini sih aku pengen banget bantuin daripada gabut mulu. Beneran. Sempet mikir, kenapa aku gak 'dialokasikan' di sana aja, yg emang bener bener butuh orang. Daripada gabut kan?

Beberapa hari lalu aku dapet kabar yg quite surpraising. Sekretaris head of ngasih tau aku kalo aku mau ditarik ke financial analysis. Alhamdulillaaaahhh. Kaget, tapi seneng juga. Apalagi setelah head of ku juga bilang kalo aku mau dipindahin ke FA. Beliau bilang sih tahun depan, tp pas aku ketemu calon bos ku, dia mintanya secepatnya. Hahaha. Aku juga pengennya secepatnya.
Mudah-mudahan untuk kali ini beneran pindah ya, gak ada PHP lagi. Denger denger sih udah mau efektif per bulan depan, tapi aku juga belum dapet keterangan resminya sih. Jadi sabar nunggu sambil berdoa biar gak gagal lagi dan nyiapin mental aja hehe.

Kenapa harus sampai nyiapain mental?
Karena di sana jauhhhh lebih challenging kerjaannya. Bikin analisis laporan, yg pastinya juga harus ngerti laporannya kan. Apalagi ini laporan yg diminta sama management dan grup di KL sana, yg pastinya bakalan detail dan komprehensif banget. Pressure pasti berkali kali lipat. But thats what i seek! Biar aku bisa lebih banyak belajar.

Trus ternyata jam kerjanya justru lebih gila gilaan dari tempat lama hahahaha. Kemaren aku lunch bareng sama salah satu orang yg di sana, dia cerita kalo sering gt pulang jam 2 pagi kalo lg ada permintaan report dari management. Huah. Am i ready? Buat masa depan yang lebih baik, apa sih yang nggak? ;))

Satu hal yg aku yakini: dari dulu hal inilah yang aku pengen. Jadi aku bener bener harus kerja keras dan ngasih kontribusi terbaik dari aku. Aku jg yakin di sini bisa belajar banyak banget hal dan ilmu baru. Dan tentunya juga belajar menggembleng mental dan fisik sekalian. Gapapa sering begadang dan kerja under pressure. Toh nanti kalo aku ambil MBA kan juga pasti kayak gitu. Jadi itung itung latihan dari sekarang lah..

Cuma berharap yang ini gak gagal lagi. And i will show them my commitment.
Mudah mudahan aku cukup siap untuk ini. Siap mental terutama haha.
And i am ready to taste and live this bigger stream.

You know how it feels.. when your dreams become reality one by one..

Ps. Foto itu diambil dalam rangka graduation training kemaren. Temanya tentang cita cita kita 10-15 tahun ke depan. Aku pengen jadi Financial Analyst Expert.
Yang lain pasti pada pengen jadi CEO, CFO, etc. Sempet kepikiran juga sih, tp udah banyak ah hahaa. Udah klise juga.
So i chose to write Financial Analyst Expert, something yang aku pikir lebih spesifik dan menggambarkan apa yg bener bener pengen aku capai.
And.. i am about to start my journey to accomplish what i wrote. Wish me luck :)

Published with Blogger-droid v2.0.10

Monday, October 14, 2013

friend-ology

Do you ever have a friend that doesn't really your friend?
If i use that term, perhaps most of people think about a backstabber friend, or frenemy, or things like that. But i have one friend, not a close one, actually, who i think is not my friend.

I know this person since we received the same scholarship in university. Firstly we studied in different faculty. He was in FE while i were in FMIPA. so we never talked to each other. I just knew his name, and his reputation over there hehe. He had a great reputation, anyway.

Then one day i decided to switch my major of study, and tried hard to get approval from scholarship committee about that. Once i met that guy, and he said:
He: 'Are you sure they will let you switch your major?'
Me: 'i really hope so. I've been accepted here through entrance test, so now is only the matter of that approval'
He: 'i'm not really sure about that. Ah palingan juga ga boleh pindah.'
And he left.

After he left, i just thought like 'whoa, just wait. I will show you that i can move here!'

At that time i was so emotionally challenged. I really wanted to show him that i will successfully move and stay here. So when finally i got the approval and studied there, i met him at the yard. And i just smiled at him. He looked surprised, and said 'whoa finally you move here'
I was just smiling. You know, a winning-smile. Ahahahaha.

But after that, our relationship as friend never get any better. I mean like, i think after we studied in the same faculty, furthermore he became my senior, we could be more open to each other. We could discuss something, talk about something, or any other little things that friend usually do. But with him? Nothing.

We even attent at the same class, once. Stategic management class. But we seemed like not knowing each other. I always tried to smile at him first, but he never did the same. So... do whatever you like lah.

When we had our final assignment, my group presented about the merger process of lippo bank and bank niaga, which was our 'big issue' (for me and him, as one of the scholars). Firstly i thought that this topic would be interesting for him so he would pay full attention on my group's presentation. But you know what? He didn't see my group presented our topic. He even went outside the class and  back after my group finished our presentation.

Ok perhaps that was not a big deal for him. For me as well. Maybe he already knew the process, even far far better than me, so it was unnecessary for him to pay attention to my group.
Or maybe he simply didn't want to look at my group. Me. It could be, right?

Second fact. As shcolars, we tried to give our little contribution to the society through CSR program, namely by supporting the SME companies with what we can, like accounting skill, or marketing, IT, etc. And i was in the same group with him.

One day we visited the site together. At first i was so pessimistic that he will come due to his busy life. Ehem. He already join TCB at that time. Great,right? Then suddenly he showed up. Me and my group members involved in some conversations. He came along, talked about this and that. Then most of my group members went into the owner's house, left me with this guy all alone. I tried to launch a topic, i asked about his program blah blah blah. But his respond was soo annoying. It seemed like he didn't want to talk with me. He got busy with his smartphone, had no eye contact with me. Simply uncomfortable, i think. Didn't know why. So before everything got worse, i decided to leave him.
Was there any thing wrong with me? Like he met the most annoying people on earth.

Again. I'm the kind of people who has a very high level of curiousity. So i tested him again to know whether his flat respond to me is only in temporary mode or what. So when we attent annual gathering i tried to talk to him. Still, his response was sooo flat. But when it came to talk with our other friends, he looked attracted.
God, what happen with me? Am i so scary? Am i so annoying? Unattractive? Boring? Disgusting?
You know what? That really haunt my mind.

More fact. I once met him in front of the office after having my OJT session. I met him on the road, and i greeted him. He just smiled nerveously (or idk, strange face expression). And then he left.

See? I have asked my other friends about his treatment to them. And they seem fine. They can easily communicating, talking about anything. But with me? Flat.

It really hunts my mind because i can't live with any one have a problem with me. Sounds silly, because ofcourse we can't force all people to like us. But i'm just wondering why he does that to me.

Simple little things as friend, like i follow his twitter but he doesn't follow me back. Ok fine. I usually RT-ed his tweets (because that was a good one) and he still doesn't realize that i exist.

I requested him to be my friend on path, but until now he doesn't approve it. Simple things but really show me that he never want to make friend with me.

But honestly, i really want to be his friend. Bukannya memuja dan sampai mengemis buat jadi temen dia loh ya, cuma rasanya pengen aja jadi temen dia. Bisa diskusi bareng. Apalagi dia kan pinter banget ya. Heuum pengetahuannya juga pasti udah buanyak banget.

Awalnya aku mikir kalo dia jadi cuek kayak gitu karena ngerasa malu atau terkalahkan (gara gara akhirnya aku bisa buktiin kalo aku bisa pindah ke FE hahaha. Pikiran jahat). But at the end of the day, ya gak mungkin juga lah aku ngalahin dia. Nandingin dia. Siapa gitu loh yang gak tau reputasi seorang *****. Yang pinter, keren, udah sampe ke Harvard, jadi the best TCBian pulak. Ya gak mungkin lah aku bisa nandingin. Yang ada malah pengen belajar banyak dari dia.
Tapi kalo dianya aja udah menutup akses untuk itu, apa boleh buat ya.
Padahal aku sampe sekarang juga masih ga ngerti kenapa dia sampe segitu cueknya sama aku.
Anyone know? Please tell me.

Some people will never understand no matter how much we care to them.

Published with Blogger-droid v2.0.10

Monday, October 7, 2013

afternoon galau

Lagi asik mantengin excel, tiba tiba tetangga muter lagunya Astrid.

"padahal ku ingin kamu jadi cinta terakhir.."

Satu bait lagu itu udah sukses bikin aku langsung terhenti dari keasyikkan mendalami data data. Trus pikiran langsung terbang seketika ke.. you know, orang itu. Gampang banget ter-distract deh ih :(

Jadi keinget lagi kan. Padahal sekarang lagi berusaha banget buat bener-bener move on. Tapi yang namanya move on pasti adaaa aja cobaannya. Harus bener bener mawas diri (dan gak ke-gr-an kalo terjadi apa apa).

Kayak tadi tuh. Lagi ngerjain RBB. Tiba tiba dia ngebbm nanya tentang audit. Aku langsung brenti dan bener bener berusaha buat bisa bantu dia, dengan nanyain ke temenku yang orang audit.
Well, hal sepele sih emang. Tapi sampe segitunya bikin aku berenti kerja. Sekali lagi, saya adalah orang yang paling gampang ter-distract.

Please dong hati, yang kuat.
Mau gimana juga kayaknya sekarang udah gak mungkin. Harus bisa tau diri. Dan mundur teratur setelahnya.
Okelah emang ada yang bilang kalo kita harus berani memperjuangkan perasaan kita. Tapi kalo buat kali ini gak deh, gak berani. Why? Because i've learnt my lessons.
I will tell you soon about my lesson learnt later deh.

See ya!

Published with Blogger-droid v2.0.10